Petuah Ibnu A'tha dalam Mengapai Jalan Ruhani
Kesungguhanmu dalam apa yang dipercayakan kepadamu dan kelalaiamu dalam kewajibanmu adalah bukti dari sirnanya mata hatimu.
Amal perbuatan adalah gambar-gambar yang tegak jiwanya adalah keikhlasan berikut rahasianya.
Kemampuanmu melihat cela yang ada dalam batinmu lebih baik dari kemampuanmu melihat hal-hal yang gaib yang tertiup bagimu.
Orang yang tidak mensyukuri nikmat, tanpaklah sirna nikmat itu, orang yang mensyukurinya sama artinya ia telah mengikat nikmat itu dengan iqal-nya.
Jika kita mendapatkan orang yang menjawab setiap apa yang ditanyakan, mengutarakan apa yang pernha disaksikanya dan menyebutkan seluruh pengetahuanya jadikan itu semua dari wujud kebodohanya.
Sedih karena hilangnya sikap taat da
n ketaatan tanpa usaha untuk bangkit kembali dari ketaatan itu adalah sekian pertanda ketertipuan.
Jangan mencemaskan keintimanmu pada jalan tapi cemaskan dan khawatirkan kekalahanmu pada hawa nafsu.
Bergantunglah dan cintailah sifat-sifat rububiyah-Nya, wujudkan sifat-sifat ubudiyahmu
Kita dilarang mengaku-aku apa yang bukan milikmu, yaitu milik para makhluk, apa boleh kita mengakui sifat-sifatanya, padahal dia Tuhan pemilik sekalian alam.
Manusia memujimu karena menduga apa yang ada dalam dirimu, maka cela dan hinalah dirimu, karena kamu mengetahui beberapa hal tentang kamu, dan jiwamu.Jika seorang mukmin di puji maka ia malu pada Allah, khawatir dengan sifat yang tidak ia temui pada dirinya.
Manusia terbodoh adalah adalah orang yang membiarkan keyakinan bahwa ia memilikinya, karena ia menduga bahwa orang-orang lain tidak memilikinya.
Jika suatu pujian dilemparkan padamu, padahal kamu bukanlah orang yang patut untuk di puji, maka pujilah Dia sebab Dialah yang patut di puji.
Jika suatu dosa menimpamu, jangan samapai ia menjadi keputusasaanmu untuk memperoleh istiqomah bersama Tuhanmu sebab bisa jadi ia adalah dosa terakhir yang dijatahkan padamu.
Kemulian yang kamu cari dengan maksud agar semua orang mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidak tulusanmu dalam ubudiyahmu.
Ilmu pengetahuan yang disertai kekhusukan adalah milikmu kalau tidak maka ilmu itu tidak akan mengusaimu.
